Invictus

Out of the night that covers me,
Black as the Pit from pole to pole,
I thank whatever gods may be
For my unconquerable soul.

In the fell clutch of circumstance
I have not winced nor cried aloud.
Under the bludgeonings of chance
My head is bloody, but unbow’d.

Beyond this place of wrath and tears
Lies but the horror of the shade,
And yet the menace of the years
Finds, and shall find me, unafraid.

It matters not how strait the gate,
How charged with punishments the scroll,

I am the master of my fate:
I am the captain of my soul.

(william henley)

Salah Kaprah

The residents of a small town built a new bridge. Then they decided that, if they had a new bridge, they’d better hire a watchman to keep an eye on it. So they did. Someone noted that the watchman needed a salary, so they hired an accountant. He in turn pointed out the need for a treasurer. With a watchman, an accountant, a treasurer, they had to have an administrator, so residents appointed one. Congress then voted a cut in funding, and personnel had to be cut back. So, they fired the watchman!

Kisah ini saya baca di buku Developing Leaders Around You (John C.Maxwell). Dan saya langsung teringat banyak hal di sekitar saya yang mencerminkan hal yang sama, bahkan Indonesia.

Sering sekali kita berangkat dari sebuah titik persoalan, bergerak menuju titik penyelesaian. Tetapi kemudian dalam perjalanan mengelola persoalan-persoalan itu, kita menemukan hal-hal yang menurut kita ‘harus’ kita lakukan  sebagai reaksi atas persoalan di perjalanan itu. Setiap persoalan membawa penyelesaian yang kemudian menjadi persoalan baru. Sayangnya jawaban terhadap persoalan baru malah semakin membuat kita menjauh dari persoalan intinya. Bahkan seringkali, inti persoalannya kemudian kita abaikan, kita buang, sementara kita ribut dengan masalah-masalah kembangkan yang sudah tak lagi menjawab inti persoalan.

Di Indonesia, kita banyak temui situasi ini; bahkan, sedihnya, di tingkat negara.

Kita ingat reaksi Presiden SBY terhadap kasus penyiksaan TKW di Arab Saudi. Alih-alih merespon inti persoalan yaitu penguatan kapasitas para TKW dan utamanya penguatan aturan-aturan di negara Indonesia dan perlindungan terhadap TKW, Presiden justru memberikan solusi membekali TKW dengan handphone. Tentu kemudian pertanyaan yang muncul adalah: bagaimana nalarnya orang sedang disiksa bisa/sempat menelpon? bahkan asumsi yang lebih dasar adalah bahwa sang TKW harus mengalami penyiksaan baru fungsi handphone itu terjalankan. Waduh.

Lalu seorang Pejabat Negara yang mengatakan bahwa kalau sudah resiko orang Mentawai kena tsunami, seakan-akan itu adalah pilihan mudah. “Bila tidak ingin kena tsunami, jangan tinggal di pinggir pantai karena itulah resiko orang yang tinggal di tepi pantai”. Oalah pak, apakah tidak sadar bahwa di mana pun kita berada, resiko bencana alam itu sama besar? Tinggal di gunung, kena muntahan letusan. Tinggal di desa-kota, besar kemungkinan gempa atau banjir. Padahal, saya dan masyarakat Indonesia lainnya bekerja keras membanting tulang untuk membayar Anda memastikan bahwa faktor-faktor resiko sosial kami berkurang melalui pelayanan Pemerintah.

Belum lagi Mentri Agama yang tahun 2010 mengatakan bahwa memang sebaiknya kelompok minoritas tidak mendirikan tempat ibadah, karena harus menghargai kelompok mayoritas setempat. Masya Allah.. Berarti harus menjadi mayoritas dulu, baru bisa mendirikan tempat ibadah? Ini salah kaprah yang kebablasan, karena pemikiran ini membawa bibit segregasi masyarakat Indonesia. Lalu orang Islam hanya bisa mendirikan tempat ibadah di tempat orang Islam. Tidak bisa di Menado, di Bali, di Jayapura. Sebaliknya, orang Buddha, dimana mereka akan mendirikan tempat ibadah mereka? Harus bergerilya dulu untuk memBuddhakan sebuah komunitas, baru setelahnya bisa mendirikan vihara? Bukankah persoalan intinya adalah bagaimana Pemerintah bisa memfasilitasi tumbuhnya semangat kebhinnekaan sehingga setiap orang Indonesia dapat hidup bersama dengan orang Indonesia lainnya?

Lalu tentu saja yang terbaru dan paling mengkhawatirkan adalah tentang kerukunan antar umat beragama serta hak memilih dan menjalankan keyakinan bagi para Jamaah Ahmadiyah Indonesia. Gubernur dan Bupati seakan berlomba membuat peraturan daerah untuk melarang kegiatan JAI dengan alasan beresiko menimbulkan kekerasan dan kerusuhan oleh kelompok radikal Muslim yang merasa JAI menistai keislaman mereka.

Bukannya menegakkan UUD 1945 yang mengamanatkan hak memeluk keyakinan sebagai hak dasar yang dijamin oleh negara, pengelola negara justru memilih untuk mencari solusi yang memicu persoalan-persoalan yang jauh lebih besar dalam jangka panjang. Pengelola negara memilih jalan pintas, melupakan (atau memang tak punya kapasitas?) prinsip the longest distance between here and your goal is the shortcut.

Dan kita pun mulai mencatat, bagaimana pelanggaran demi pelanggaran hak asasi manusia semakin sering terjadi terhadap para Ahmadi akhir-akhir ini. Dengan tanpa rasa kemanusiaan, kuburan dibongkar dan sang jenazah diletakkan sembarangan di tanah kosong, atas nama rasa tidak terima. Dengan enteng, seorang Panglima Kodam bisa mengajak warga untuk menduduki masjid Ahmadiyah. Dengan tanpa nurani, Kepala Daerah di Lombok memaksa orang-orang Ahmadi diisolasi, pindah ke pulau kecil. Dengan tanpa rasa takut, FPI mengancam seorang Sultan HB X sang Gubernur DIY yang tak hendak mendiskriminasi warga negaranya, bahkan dengan ancaman akan melakukan sweeping ke aset-aset milik JAI di DIY.

Negara (Pemerintah Pusat, Kepala Daerah, Kepala Kepolisian, dan Kepala Tentara setempat) yang seharusnya melindungi mereka, menutup mata terhadap penindasan yang terjadi. Entah memang nurani mereka yang tumpul, atau karena paradigma yang tidak memadai, atau karena tersandera oleh politik kapital dan dukungan; sehingga mereka melupakan bahwa kewajiban mereka yang utama adalah melindungi setiap warganegaranya untuk mendapatkan hak-hak dasar di Indonesia, dengan menggunakan perangkat peraturan perundangan, dan perangkat penegak hukum.

Apa ujung dari segala “petualangan” bangsa Indonesia dengan negaranya akhir-akhir ini? Sejujurnya, saat ini kepada diri sendiri pun saya hanya bisa menjawab: entahlah. Sama seperti tak tahunya saya, bagaimana nasib warga sang kota kecil yang memiliki akuntan, orang keuangan, dan manager untuk mengelola jembatan, tapi kehilangan penjaga jembatannya…

 

Wisdom of Tao: Yin-Yang

Under heaven,

All can see beauty as beauty only because there’s ugliness

All can know good is good only because there’s evil

Therefore having and not having arise together

Difficult and easy complement one another

Long and short contrast each other

High and low rest upon each other

Voice and sound harmonize each other

Forward and back follow one another

 

Therefore the sage goes about doing nothing teaching no talking

The myriad of thngs rise and falls without cease

Creating yet not possessing

Working yet not taking credit

Work is done then forgotten

Therefore it lasts forever

’til death do us part, mas Firin…

kutulis pada  4 June 2009  pk. 2:11am

Bermenit-menit sudah aku mencoba merangkai kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan rasa hatiku.. tapi ternyata sulit sekali mengekspresikannya. The pain in my heart is still so very real.. Many times I have to wipe away the tears streaming down on my face..

I’ve been blessed in my life with sooo many sahabat.. The right people at the right period of my life. Berjalan bersama dalam sepenggal jalan kehidupan sampai akhirnya tiba di persimpangan ketika harus berpisah arah. Orang-orang ini menorehkan warna dalam pelangi kehidupanku.. Who I am right now, itu juga karena influence orang-orang ini…

Hari ini aku menuntaskan perjalananku bersamanya. Impianku memiliki sahabat seumur hidup, sudah diwujudkannya. 19 tahun tanpa jeda, tanpa bersimpang arah, selalu bersama. Til death do us part, selasa 2 juni pagi itu..

Aku sayang padamu, mas Firin… when was the last time I told you that?

Sejak Dr. Yta menelpon dan memintaku mengikhaskan kau pergi, sulit sekali untukku berhenti menangis. Apalagi mendengar suara Eming, belahan jiwamu, mengisak “ibu.. ibu..ibu..” di teleponku.. Takdirku berada jauh dari kalian saat itu..

Mengarungi angkasa untuk menemuimu terakhir kali, berkelebat-kelebat bayangan semua yang terjadi dalam hidup kita selama ini.

Terbayang kartu lebaran darimu di awal-awal kedekatan kita, kau isi dengan lirik lagu You Needed Me, yang membuatku menangis saat membacanya..

Terbayang rumah kecil pertamamu yang selalu penuh dengan orang-orang yang berkunjung, menumpang istirahat, konsultasi, bahkan seperti mbak Nia yang numpang masak.. dengan bantal-bantalmu yang apek karena ditiduri berbagai jenis peluh.. Temanmu memang super banyak. Orang-orang yang kau sentuh hatinya dengan bantuan tanpa pamrih. Kau lihatlah orang-orang yang mengantarmu pulang terakhir kali ke rumah Mak, everybody loves you…

Terbayang ira dan triana kerja bakti membersihkan rumahmu sambil ngomel saat kita bertualang ke Tayu untuk menghadiri pernikahan mas Silih/mbak Hanik. Hmm, petualangan jogja tayu yang sangat menyenangkan.. naik Burhan dengan tingkahpolahnya.. malam itu, kita nobatkan dirimu menjadi WiperMan, karena hujan deras membuat kaca Burhan yang tak berAC menjadi buram..

Berapa sering kita bermobil ya mas? Tak terhitung.. Aku-mas Mbem-Dodo-mas Firin muter-muter, lalu gara-gara kamu & Dodo sok tau, kita terjebak di belakang gerobak sapi yang jalan seperti siput.. Kita berempat muter-muter jogja sambil memaksa Dodo menyelesaikan kuliahnya. Dengan ira, ketika ira sedang super down karena masalah orangtuanya. Ke Glagah saat puasa, kita makan semangka pakai sendok. Aku-Mbem-kamu jalan-jalan ke Waduk Gajah Mungkur.. hehehe, that was the last time you drove for us.. abis caramu nyetir kayaknya terilhami Need for Speed..

Juga saat kamu & Dodo menemaniku ke Jakarta membawa barang-barang untuk pernikahan mas Mbem & aku. Di Ciganjur kamu bantu mengetik undangan pernikahanku. Ketika aku mulai ragu terhadap rencana pernikahan kami, kamu bantu aku untuk bertahan melalui itu semua. Sampai-sampai mas Mbem bilang sepertinya aku lebih cocok menikah denganmu..

Tak terhitung berapa banyak air mataku yang mengalir di hadapanmu.. Ketika di istana Presiden yang jadi penjaraku, aku menelponmu selama 4 jam, mencurahkan semua ketakutan dan kecemasanku. Saat aku menangisi keluargaku. But mostly tentang aku dan mas Mbem. Ketika pagi-pagi aku ke rumahmu menangisi hubunganku dengan mas Mbem. Ketika di saat lain dengan berurai airmata, kau ucapkan ‘aku sebetulnya nggak terima kamu hidup seperti ini dg Mbem.. you deserve to have a better life, to be happy..’ You are always there for me.. something constant in my turbulent life..

Terbayang saat aku marah-marah karena kesal melihatmu diperalat oleh cewek yang kamu sukai. Aku bilang gak mau deket-deket mas Firin dulu, daripada sewot setiap melihat cewek itu. Teringat saat kamu bercerita kenalan dengan Eming pertama kali. Saat itu aku waswas, karena mas Firin bilang baru kenalan via telepon kamu sudah merasa cocok dan suka.. Bagaimana mungkin, wong kalian belum pernah ketemu? Aku takut kamu akan kecewa, seperti sebelum-sebelumnya.. tapi makin hari mas Firin makin heboh.. tekor biaya interlokal, berjam-jam mendorong motor di kebumen karena ban bocor malam-malam setelah menemui Eming di Purwokerto..

Lalu aku terkaget-kaget ketika mas Firin menelpon bilang mau minta dukungan untuk lamaran Eming besok siangnya. Haaa? Akhirnya aku, mas Mbem, Dodo memutuskan untuk menemanimu ke Purwokerto melamar Eming. Di situ aku lega, karena aku merasa Eming adalah orang yang tepat untukmu.. Karena hari libur, tidak ada toko mas buka. Jadilah kita ndodogi toko mas untuk mencari cincin lamaran, dengan uang pinjaman.. aku ingat pak Isnen melamar dengan terbata-bata karena tidak siap, hehehe.. Bapak memang lucu banget.. Bapak juga yang memaksaku menjadi background foto pernikahanmu dengan keluargamu, dibayar sebagasi full of durian.. Saat-saat bahagia itu, sebelum Bapakmu wafat dan Mak menjadi sangat fragile..

Aku bahagia melihatmu bahagia dengan Eming. I know you had found what you were looking for. She took care of you and your home. And then your girls came into your life. Dengan semua keterbatasan yang ada, I know you lead a happy happy life..

Lalu bersama kita mengejar impian kita di N21. Berkembang menjadi orang yang lebih baik. Belajar menerima kekalahan dan kegagalan, bertahan sampai mencapai garis finish. I always felt safe when I knew that you’d be in the N21 meetings. Ada orang yang bisa aku andalkan. Aku senang sekali saat pak Iwan Jusack bilang you were a great MC. Bahkan beberapa hari lalu aku merencanakan mengajukanmu menjadi MC di Leadership Seminar Semarang..

Benar kata orang: Life is about creating memories.. Tak terhitung banyaknya kenanganku bersamamu.. Belajar mancing darimu. Main truf dan bridge bermalam-malam. Makan-makan lalu harus bongkar mobil karena kuncinya ketinggalan di dalam. Ribut soal kaset-kasetmu. Pusing mencari jalan menyelesaikan hutang perusahaan orangtuamu.. Ketika anak-anak mulai hadir dalam kehidupan kita.. Rame-rame makan. Piknik ke Wonosari. Ke LCWE di Puncak dengan adis dan aza. Menemanimu dan Eming di Panti Rapih saat Eming kecelakaan motor, di Sardjito menunggu lahirnya Ara ketika tensi Eming naik. Memarahimu berulangkali atas banyak hal. Menangis di hadapanmu atas banyak hal. Tertawa bersama. Mengejar impian-impian kita..

Dan hari ini adalah memoriku terakhir bersamamu.. mengantarmu menuju rumah abadimu. Trenyuh aku melihat Eming dan Adis dan Ara.. janjiku terakhir padamu, aku dan mas Mbem akan menjaga mereka, membantu mereka mewujudkan impian mereka karena aku tahu impianmu adalah melihat mereka bahagia..

Mas, aku nggak tahu akan seperti apa rasanya tidak ada dirimu dalam hari-hariku.. 19 years, you were constantly in my life. It is what it is.. aku tak ingin berpusing dengan mengapa dan andai saja.. mengapa harus sekarang, mengapa begitu tiba-tiba, mengapa.. andai saja aku ada di jogja.. andai saja kita tahu.. andai saja.. Gusti sang MahaKuasa punya rencana dengan memanggilmu lebih dulu. Rencana untukmu, untuk Eming, untuk Adis-Ara, untuk keluargamu, untuk kami..

I have decided… aku tidak mau menangis karena dunia kita sekarang berbeda.. aku memilih untuk menangis mensyukuri setiap hari, minggu, bulan, tahun yang telah aku lalui denganmu.. I really am blessed to have you in my life…

I cried a tear, you wiped it dry
I was confused, you cleared my mind
I sold my soul, you bought it back for me
and held me up and gave me dignity
Somehow you needed me

You gave me strength to stand alone again
To face the world out on my own again
You put me high upon a pedestal
So high that I can almost see eternity
You needed me

And I can’t believe it’s you, I can’t believe it’s true
I needed you and you were there
And I’ll never leave, why should I leave
I’d be a fool…. cause I finally found someone who really cares….

You held my hand when it was cold
When I was lost, you took me home
You gave me hope when I was at the end
And turned my lies back into truth again
You even called me friend..

You needed me…

A Soldier’s Prayer for His Son

by Gen. Douglas Mc Arthur

Build me a son, O Lord
Who will be strong enough to know when he is weak
Brave enough to face himself when he is afraid
One who will be proud and unbending in honest defeat
Humble and gentle in victory

Build me a son whose wishes will not take the place of deeds
A son who will know Thee – and that to know himself
is the foundation stone of knowledge

Lead him, I pray
not in the path of ease and comfort
but under the stress and spur of difficulties and challenge
Let him learn to stand up in the storm
Let him learn compassion for those who fail

Build me a son whose heart will be clear
whose goal will be high
A son who will master himself
Before he seeks to master other men
One who will reach into the future
Yet never forget the past

And after all these things are his, add, I pray
Enough of a sense of humour so that he may always be serious
Yet never take himself too seriously
Give him humility, the simplicity of true greatness
the open mind of true wisdom
and the meekness of true strength

Then I, his father, will dare to whisper:
“I have not lived in vain”

—— aku merasa McArthur seakan membuat puisi ini untuk Gus Dur. Segala yang didambakannya ada pada diri anaknya, aku lihat ada dalam diri Bapakku.
Beliau orang yang kuat tapi memahami saat ia lemah, tak takut mengakui ketakutannya. Beliau PROUD AND UNBENDING IN HONEST DEFEAT saat dilengserkan dari istana. Beliau berdiri tegak dalam badai, dan selalu berbela rasa pada yang kalah dan terpinggirkan. Iman Beliau begitu kuat, ia wujudkan cintanya pada Tuhan dalam setiap tindakhidupnya. Beliau menjangkau jauh ke masa depan, dengan selalu bersandar pada tradisi dan kearifan pribumi. Sense of humornya menjaganya tetap serius tanpa kehilangan kemampuan menertawakan diri sendiri.
Kerendahan hatinya, kesahajaan yang menandai kebesaran jiwanya, keterbukaan pikiran yang mencerminkan kebijaksanaan nurani, dan kelembutan yang muncul dari kekuatan sejati… itulah Bapakku.

thankyou McArthur, for writing this.. it allows me to remember Bapakku in such a way…

Broken Home part 2

To start twitcussion #brokenhome part2, I’ll share a friend’s experience as a survivor.. Thanks for allowing us to learn, dear someone..

baca timeline @alissawahid lumayan mengaduk emosi. Alhamdulillah aku sudah masuk dalam tahap menerima & memaafkan masa lalu. meskipun sejarah tak mungkin dihapus tapi berdamai dengan masa lalu & mencoba untuk mencintai & menerima orangtua kita apapun kondisi & kekurangan mereka adalah lebih baik dibanding terus menerus bertanya *kenapa* stop berpura2 hidup dalam keluarga sempurna. walau tak terlahir dalam keluarga yang sempurna, tetapkan dalam hati bahwa kita berhak untuk bahagia

Sharing dari Survivor teman @arifnofiyanto tadi menunjukkan bahwa coping with #brokenhome is not so easy.. Buat kita yang bukan produk #brokenhome so easy to use logic & commonsense to cope with these ‘disaster’ but for the ones living with?

@rkalski: sebagai anak, mungkin awalnya efeknya gak kerasa, seiring waktu berjalan, efeknya jadi dahsyat
@aldinoedho: Tak ingin rasanya anak2ku merasakan seminggu bersama ayahnya dan seminggu bersama ibunya…
@NirmalaQyu: saya sdg berada di persimpangan antara “jalan” atau “berhenti” . Tp bingung dgn kondisi saya skrg! Any advices?
@izzaH_
I’m not totally #brokenhome but i kept a lot of sucking secrets that kill me softly day by day… Everyone lied each other, must i??
@maythegreat Kira2 klo disurvey betulan, banyakan mana ya mb anak2 yg feel dr kel #brokenhome atau yg feel dr kel yg purely ‘utuh’?

Keluarga kandung adalah lingkungan utama & pertama. How we sense the world comes from our early-start in the family. Ada 2 jenis survivor dari situasi #brokenhome : produk sukses dan produk gagal. Bedanya seperti bumi & langit, walau tampak luarnya sama

Hurting-people hurts people.. Ungkapan ini paling pas untuk menggambarkan para produk gagal dari keluarga #brokenhome

RT @abekanatalia: being close to some1 who survive from #brokenhome & now has broken family is quite hard for me 2 understand. I don’t understand why #brokenhome sometimes like a curse in family. Kadang terjadi turun menurun. from my experience being close to #brokenhome survivor. He’s so self oriented and overprotected to his family and unconsiously he create another #brokenhome family. I deeply sad bout this coz I can’t do much to help. .

itu hanya sedikit contoh problem produk #brokenhome .. tidak punya rasa aman, survivor ini melihat dunia dengan gamang. tidak punya kepastian.. di alam bawahsadarnya, produk #brokenhome meyakini bahwa tidak ada jaminan ia akan bisa hidup bahagia dan punya hubungan bermakna dengan seseorang

@arifnofiyanto (menyampaikan sharing dari temannya the Survivor):
menurut pengamatanku anak yang terlahir dari keluarga #brokenhome ketika berhubungan dgn pasangannya punya 2 sikap yang jauh bertolak belakang. [1] overprotected [2] supercuek.
Kenapa overprotected? Karena ketika dia merasa ada orang yang sayang sama dia, dia tidak ingin sedetikpun kehilangan rasa cinta dari pasangan yang selama ini tidak ditemukan dalam keluarga akibatnya kadang itu jadi pemicu pertengkaran ketika pasangannya bukan berasal dari keluarga #brokenhome dan tidak terlalu tahu kondisi & mau dia.
Yang kedua supercuek: karena telah terbiasa tidak mendapat kasih sayang dari keluarga, biasanya anak #brokenhome tidak terlalu cepat percaya dengan pasangannya akibatnya timbul perasaan cuek… Dan berperinsip kalo benar pasangan cinta, harus ngerti dia, kalo tidak ya lupakan saja :D #brokenhome

yang saya RT dari The Survivor #brokenhome merupakan contoh klasik perilaku yang keluar dari keyakinan kuat di tingkat bawahsadar tentang insecurity. Karena insecurity ini, survivor #brokenhome kuat sekali melindungi ego-nya. ia jadi supersensitif terhadap segala hal yang kira2 bs meruntuhkan ego-nya.

Padahal kesehatan jiwa ditentukan oleh kesehatan ego:
ego yang intact/sehat membuat orang punya keseimbangan menghadapi ‘cuaca’ kehidupan: ada badai, ada musim bunga
ego yang tidak sehat melihat ‘cuaca’ kehidupan: badai, musim hujan, musim gugur.. musim lain hanya pengantar menuju masa gelap

proses menyembuhkan kesehatan ego pada survivor #brokenhome memang lama & tidak mudah. to forgive is one step ahead, but not enough

@windyndy: jadi bagaimana cara untuk mengalahkan ego tersebut? saya sudah memaafkan ke2 ortu saya,tapi watak ini sepertinya sudah terbentuk puluhan tahun, tanpa saya sadari. I never realize I’m #brokenhome, coz my parents not divorce. but they keep yelling each other since I were child… i juz realise it when my big bro used drugs n my lil bro has bad temper n very sensitive. Kaka cewe & saya termasuk yang paling normal. memakan waktu yang lama untuk saya menyadari there’s sumthing wrong w/ my family.but I can’t blame my parents..ga pantas rasanya..

@NenoNeno: saya jg butuh waktu lama menyadari. Baru skrg umur 25 saya benar-benar mengerti dmn saya berada. Sbg survivor kel #brokenhome di umur skrg ini pun keseimbangan ego masih unpredictable. Kadang hanya karena komen – seseorang bisa bikin kacau jiwa ;(

@fuadfahrudin: Sebagian produk #broken home kadang bisa bersikap manis&baik di depan semua orang,tapi kalau sendiri biasanya terlihat aslinya. Mudah marah&emosian..

@alfakurnia: Baca twit mba @AlissaWahid ttg #brokenhome dan para survivornya jadi seperti bercermin. Hampir semua dampaknya aku alami :)

twends, tonite we’re learning so much from the survivors of #brokenhome. thanks for sharing, mbak2, mas2..

struggle yang luarbiasa untuk survivor #brokenhome .. untuk bertahan saja berat, merasakan pahit berkepanjangan, tak tahu kapan usainya..

saat jatuhcinta pada seseorang, alam bawahsadar survivor #brokenhome bertanya: “apa iya aku bisa bahagia? would she stay with me forever?”
karena ingin melindungi ego dari kemungkinan kecewa itu, survivor #brokenhome biasanya overprotektif  & testing the limit of her spouse.. tanpa sadar, si survivor #brokenhome melakukan hal2 yang di mata orang normal diangga[ aneh. mis. cinta kok cuek. padahal itu karena dia takut terluka lagi..

now let’s move on to Produk Sukses dr #brokenhome .. ini orang2 yang, despite their situation & struggle, comes out as winners of life..

ini contoh produk sukses #brokenhome

@AlandaKariza: I’m a survivor but it makes me stronger… … it shows how human has the power to be resilient. Bounce back higher when pushed. I don’t see why #brokenhome may be a reason for doing bad things. It’s a reason to be mature earlier and support our parents. Rangkaian twit #brokenhome tadi tidak berlaku pada setiap orang karena masing2 pribadi bisa memilih bagaimana mau menyikapinya.

@nadiasagita I’m survivor, now I’m so proud of it ;)

Dengan proses yang tepat semua survivor #brokenhome bisa kok melewati masa2 “produk gagal” to turn around and become “produk sukses”. Ini contohnya:

@maythegreat: I believe semua sudah berakhir  just rite after I found somebody who has unconditional love 4 me :)

sekali lagi, kunci kesehatan jiwa adalah ego yang sehat. disaster seperti #brokenhome kalau dihadapi dengan ego yang sehat dampaknya akan berbeda. ada dinamika proses hidup yang juga besar pengaruhnya terhadap kesehatan ego survivor #brokenhome, bukan hanya saat2 konflik itu.

si A yang bahagia saat ia balita, lalu orangtua mulai konflik saat remaja, akan beda kesehatan jiwanya dengan si B yang dari kecil hidup dalam #brokenhome
si C yang #brokenhome tapi dekat dengan ayahnya & melihat kematangan ayahnya, beda situasi jiwanya dengan si D yang lihat ayah mabuk, ibu depresi ..

RT @pdeet: saya tipe A, di umur 20+ skrg, I’m still a stuck survivor.. tau hrs move on, tp tanpa sadar: cm bengong. :s

all I’m saying is: be wise memandang/menilai orang-orang yangg struggling dengan #brokenhome .. they’re hurting, & they haven’t known any better

@NenoNeno: Mba @AlissaWahid, makasih ya tweets nya malam ini. The only wishes from a #brokenhome is to be listened, understood & loved unconditionally

@indiraabidin: Help them from hurting somebody else and create another #brokenhome story. They need to be aware that they need help first.

@arifnofiyanto:
Kemaren sempet ngetwit, ttg beauty of this topic karena pernah disana, temen juga, dan beberapa masih disana. Dari pengalaman, keluar dari survivor kuadran “gagal” ke kuadran “sukses” itu tidak datang dengan sendirinya dan tidak mudah. perlu satu trigger luar biasa untuk pindah kuadran yg sering tidak atau belum disadari dan terlewatkan. Sempet ngalamin satu titik yang bener2 nadir, alhamdulillah survive. Dan situasi bisa dibalik dan bisa pindah kuadran. Diluluhlantahkan dulu baru dibangkitkan. Mungkin ini cara DIA menyayangi umatNya. Well, itu diluar pengetahuan kita. Mungkin bahasa sosialnya di dekontruksi dulu baru rekonstruksi. Benarkah begitu? Seolah-olah dalam keluluhlantahan itu dibisikkan, kamu masih beruntung. Banyak yg lebih sial. Bersyukurlah. Dan ternyata, yang ngalami tidak hanya saya sendiri dan teman yg tadi smsnya sy forward. Beberapa yang lain juga ngalami “kerinduan”, “kehilangan” juga “kecemburuan” ternyata adalah masa kritis dan penting survivor gagal untuk berubah. Dan..peran pihak ketiga pada titik ini sangat vital, tentunya mereka yang support dan mengerti betul situasi survivor gagal itu. Ketika perubahan itu benar2 terjadi, yang namanya pikiran positif itu menemukan bentuknya, tidak hanya imaginasi. merasa kembali dibutuhkan, merasa kembali eksis, bisa tersenyum itu bentuk2 yang paling terasa bhw kita lolos dr masa kritis itu. dan benar, “memaafkan” berperan syahdu dan meneduhkan. Perasaan Ikhlas, yg menyempurnakan survivor gagal untk pulih
Benar kata @AlandaKariza tadi, bahwa itu kembali ke pilihan menyikapi. Seringkali pilihan itu disadari belakangan after failure

@NenoNeno : banyak orang menganggap ngomong terbuka begini ini tabu. Jadinya mereka seperti menyangkal kenyataan kalo mereka itu #brokenhome (korban/ pelaku) padahal sebenernya sudah bobrok di dalam. Semua jadi gak dibicarakan & masalah jadi dibiarkan bertumpuk. Dari luar pura2 keluarganya baik2 aja. apalagi ditambah tekanan masyarakat yang menjunjung tinggi keluarga normal bahagia sebagai keluarga ideal. Banyak keluarga yang justru berpura2 normal. Pdhl nurut aku Mba @AlissaWahid, in order to cure a disease all you need first is to acknowledge it. So I appreciate what you’re doing. I thank you for bringing up the topic & making me share what I thought only happened to me alone.

moving from Failure to Success from #brokenhome starts with focusing on the ego.. Ego kita mencari kedamaian. Damai dimulai dari titik nol. Titik nol adalah titik dimana kita let go of segala hal yang telah terjadi dalam kehidupan kita. Everything happens for a reason, tmsk #brokenhome kita. di titik nol, kita belajar untuk memaknai #brokenhome sebagai cara Tuhan menyampaikan pesan pada kita. kita terima rasa sakit akibat #brokenhome itu sebagai bagian baik dalam hidup kita, karena kita justru lebih bijak dari orang-orang lain karenanya

“I never found anyone who could fill my needs, so I learned to depend on me” dr Greatest Love of All itu bener banget. sooner or later, all of us learn that we can only depend on ourselves. You, from #brokenhome families have the chance to learn the hard way.

Lalu merelakan “kesalahan” orangtua #brokenhome.. mereka tak hendak melukai kita. mereka hanya tidak tahu bagaimana memberi yang terbaik pada kita ..

setelah berdamai dengan diri sendiri di titiknol #brokenhome, start your journey to build a healthy ego .. Learn to love yourself. klise, tapiii..

Love yourself. You are someone special, that’s why God blesses you with a burden, that is #brokenhome, you are stronger than you think!

becoz you have left the hurts on point zero of #brokenhome you can now focus to strengthen your character & talents.. focusing on empowering yourself instead of the hurts & confusion will make you feel good about yourself. it’s good for your ego

RT @GreatestQuotes: “At the center of yr being you have the answer; you know who you are & you know what you want..” – Lao Tsu

RT @IndahWiyoga: I’m a survivor of #brokenhome, I’m happy now with my lil family, having the greatest husband n son.. so, to a survivor from the #brokenhome, whatever your cross, whatever your pain, just believe.. There will always be a sunshine after the rain

and when it’s time, my dear survivor friends, I believe you have the bigger capacity to love & shine, all bcoz of your #brokenhome past.. Only the strong admit their fears.. kata Barry Manilow.. but someday someone will make you glad you survive! …

so
have a great journey to find your place in the sun,
all my #brokenhome survivor friends …
thanks for sharing..

special thanks to @nenoneno @alandakariza @pdeet @windyndy @nadiasagita @maythegreat for sharing their #brokenhome experiences also to @mrskunyit @MayHera @abekanatalia @arifnofiyanto & the survivor friend .. hope your sharings can spread hopes

Broken Home part 1.

berikut ini adalah rekaman pembahasan tentang Broken Home. diawali dari rikwes untuk tweeting topik ini, berkembang jadi Twitcussion, berlanjut jadi ajang mengungkapkan kata hati yang selama ini tersumbat, dan saling belajar, diakhiri dengan semangat saling mendukung para sahabat yang tak pernah bersua tapi diikat oleh interaksi di twitter. saya bersyukur…

… The responsibility of a Mother to her children is to love their Dad
The responsibility of a Father is to love their Mom …

The foremost & basic need of a humanbeing is security.

After being born, the first psychological development is basic trust. This need for security is the foundation for the next psychological development: autonomy, initiative, identity & so on.. When a baby learns that she can trust her Mother/othercaregiver, she will have a sense of security that others care for her.

Buat manusia, finding his place in this world & having meaningful relationship adalah hal dasar untuk kesehatan jiwa. Hubungan ayah ibu merupakan model hubungan yang terdekat untuk anak. Dari sini anak belajar bagaimana membangun hubungan bermakna dengan orang lain. Saat basic trust tercapai, anak merasa secured. Saat lihat hubungan orgtua, anak membangun konsepnya tentang hubungan yang bermakna

Jadi kalau ayah-ibu bertengkar di depan anak-anak, apa kira-kira yang sedang dipelajari si anak? Saat orangtua berantem, anak belajar problemsolving, cinta, hubungan, etika, komunikasi, managing differences..

Kalau saat berantem, orangtua tidak pamer kemarahan dengan teriakan, pukulan, lemparbarang.. anak belajar untuk tidak umbar emosi
Kalau ibu teriak-teriak, lempar piring ke ayah, lalu ayah menyembah-nyembah … anak belajar cara efektif mengalahkan orang adalah dengan sikap agresif
Kalau tiap berantem, ayah menjelek-jelekkan ibu kepada anak-anak, mereka belajar bahwa begitulah cara membela diri dari pertikaian: umbar salah orang lain
Kalau tiap berantem, ibu lari dari rumah, atawa ayah mabuk-mabukan, maka anak belajar untuk lari dari masalah, bukan menyelesaikan

Jadi, the way orangtua berantem bukan hanya menyangkut si orangtua. Tapi itu adalah pembelajaran berharga untuk anak
Yes RT @memethmeong: karena anak belajar dengan imitasi/meniru? termasuk belajar dengan melihat/mengamati relasi
antara ortunya?

Menurut saya sih anak #brokenhome tidak harus dari keluarga bercerai. Bisa juga dari orangtua yang stay together tapi keluarganya gak tentram, terlalu sering ribut. Isu yang diributkan orangtua tidak begitu penting untnk anak. Dia tidak bisa lihat siapa yang salah atawa benar. Apalagi dia sayang keduanya

RT @dhara_febrianty: Harus dipatahkan pendapat anak yang terlahir #brokenhome itu “produk gagal” Banyak yang lahir dari
keluarga utuh pun bisa gagal

Banyak anak dari keluarga bercerai tumbuh jadi orang dewasa yang baik & sukses. It’s bcoz the parents handle the process in empowering manner.
Banyak orangtua tidak bercerai tapi anak-anaknya tumbuh menjadi orang dewasa yang ‘kurang sehat’ karena ia belajar cara-cara membangun hubungan yang justru tidak sehat

RT @AlandaKariza: Menurutku, #brokenhome memberi kesempatan bagi anak untuk bersinar krn mendapat tekanan lebih besar dibanding anak lain. Karena itu bisa jadi baik & sukses; walaupun mungkin orangtuanya tidak dapat menyelesaikan masalah dengan baik & bertengkar hebat
RT @sukajus: mine isn’t broken, just another disfunctional couple. but we as kids learned a lot of things. & it’s still fun :)

Perceraian orangtua membawa dampak loss of security pada diri anak. Selalu. Tetapi ada dinamika keseluruhan pengalaman hidup anak..

RT @NenoNeno: salah tiga dampak #brokenhome adalah anak merasa kurang percaya diri, ga punya pegangan diri, & ga merasa dirinya berharga
RT @elvizahro: saya dari keluarga #brokenhome, saya percaya diri, saya punya Tuhan sebagai pegangan, saya merasa berharga
ini maksud saya tadi dengan dinamika pengalaman hidup

RT @MayHera: nah pertanyaannya,jika kadung ‘gagal’ lalu ia menjadi ekses kgagalan, berbuat semua yang salah ia pahami apa ia bisa berubah?
Survivor #brokenhome yang “gagal” bisa berubah, kalau ia masuk di lingkungan baru yang bisa membantu perubahan
paradigmanya
RT @MayHera: lha kalo ternyata di tempat baru dia nyari lagi yang kayak tempat lama? yang kek gini jyan jengkelin. kayak gak bisa ditolong
Lingkungan berbeda untuk survivor #brokenhome maksud saya bukan sekedar fisik, yang terpenting ada
panutan/pendamping yang lebih kuat utk influence

ada 3 jenis pertanyaan nih: how to survive, how to help survivor, how to be the best divorced-parents of a #brokenhome

how to help survivor #brokenhome: yang terpenting pastikan kita bisa menjadi pendamping yang tepat. kita harus kuat. fokus beri dia unconditional love, tidak terseret saat dia moody, justru mampu seret dia balik. berat lho helping survivor #brokenhome tapi it’s worth it. kalau bener-bener pengen bantu, kitanya juga perlu effort ekstra untuk belajar & tumbuh

let’s share satu kasus:

RT @arifnofiyanto: I’d like to share one story. Lets say, there is a son and lives in a victim of #brokenhome. That happens, b4 he was born. One of his parent left & doesn’t have those calld responsibility. Yep, his dad. This man, grow “almost normal”, happy, excitd until somehow he dropped down into very bad sentimental life. he live in his own way, create his own world, his own imagination about a good family, sometimes he living there too much. Then, one day, the man whose shud be his father coming back & asked to be called as dad. The new man refuse. This guy have all in his life: intelligence, friends, confidence, except feeling the love. Pity, this guy still live in animosity. Any advice for him?

to survive #brokenhome this man needs to search inside himself, replacing old beliefs about love & relationships with
new empowering beliefs. semua masalah mengandung benih2 kebahagiaan/kesuksesan utk masadepan.
our #brokenhome past is a starting point to turn back our lives!

RT @pdeet: @AlissaWahid how to erase the anger & forget the pain mbak? :/ *been there: @ #TheManStory position*

how to erase the anger & forget the pain? you can’t. you can only handle the emotions. it’s a part of you. it is what it is.
we can make the anger & the pain of being #brokenhome as fuels to take steps necessary in building a happy future.
that’s called forgiveness

RT @nuuii: Berdamai dengan masa lalu..memaafkan situasi,lingkungan dan orang2 yang ikut andil adalah cara jitu keluar dari trauma #brokenhome
RT @natalieveronica: saran, langkah pertama yang baik adalah acceptance. Ketika sudah menerima maka akan ada hal-hal baik yang mengiringi : ikhlas, tegar, legowo, positive thinking & itu modal yang baik untuk memulai perubahan #brokenhome

some things to remember:

  • as parents, we should realize the way we fight & handle conflicts is very influential to our children and the adults they become.
  • Brokenhome does not refer only to divorce. staying together in unhealthy relationship will give the children unhealthy environment to grow
  • Brokenhome is not an end of the world. it can be a start for something better, if we truly want to change or help someone change
  • handling a situation of #brokenhome as the survivor, helping a survivor, or the surviving parent is not easy, but it’s worth the fight

Let’s be grateful of whatever the life we have now, #brokenhome or not, for now we have a reason to build better lives!

RT @willwesley: For those from a #brokenhome, do remember that if it didn’t happen you wouldn’t be who you are now.
@deprito: #kultwit #brokenhome -> terimalah apa adanya orang tua kalian, kurangi mengeluh, dan banyaklah bersyukur

UNDANGAN

(terilhami oleh pemimpi Gunung Oriah tetua kaum Amerika Asli,  Mei 1994)

Aku tak tertarik apa mata pencaharianmu

Aku ingin tahu
apa yang kaudambakan
dan apakah kau berani memimpikan
bertemu dengan pujaan hatimu……

Aku tak tertarik berapa usiamu

Aku ingin tahu
apakah kau mau mengambil resiko terlihat bodoh
demi cinta, demi cita-cita, demi petualangan hidup sepenuhnya

Aku tak tertarik planet apa yang menempati bulanmu

Aku ingin tahu
apakah kau telah menyentuh pusat dukamu sendiri,
apakah kau telah dibukakan oleh pengkhianatan hidup
atau telah layu dan tertutup karena takut disakiti lagi !

Aku ingin tahu
apakah kau bisa duduk bersama rasa sakit;
sakitku, atau sakitmu,
tanpa mencoba menyembunyikannya,
atau memudarkannya atau memperbaikinya..

Aku ingin tahu
apakah kau bisa berada bersama sukacita;
sukaku, atau sukamu …
apakah kau bisa menari dengan alam liar
dan membiarkan keriangan mengisimu hingga ujung jemari kaki dan tanganmu,
tanpa mengingatkan kita untuk berhati-hati,
bersikap realistis, atau mengingat keterbatasan manusia….

Aku tak tertarik apakah cerita yang kaukisahkan itu benar

Aku ingin tahu
apakah kau bisa mengecewakan orang lain
agar jujur pada dirimu,
apakah kau dapat menanggung tuduhan pengkhianatan
dan tidak mengkhianati jiwamu sendiri..

Aku ingin tahu
apakah kau bisa setia
dan karenanya dapat dipercaya.

Aku ingin tahu
apakah kau dapat melihat keindahan
meskipun tidak setiap hari itu elok,
dan apakah kau dapat menyumberkan hidupmu
dari kehadiran Tuhan.

Aku ingin tahu
apakah kau bisa hidup dengan kegagalan;
gagalmu atau gagalku,
dan tetap berdiri pada sisi danau
dan berteriak pada bulan keperakan, “YA!”

Aku tak tertarik pada tempat tinggalmu
atau seberapa banyak uang yang kaumiliki

Aku ingin tahu
apakah kau bisa bangkit setelah semalam
berduka dan merana, lelah, babak belur
dan melakukan apa yang perlu dilakukan demi anak2…

Aku tidak tertarik siapa dirimu,
atau apa atau dengan siapa kau belajar

Aku ingin tahu
apa yang menjagamu dari dalam, saat segala hal berjatuhan..

Aku ingin tahu
apakah kau bisa sendirian bersama dirimu,
dan apakah kau benar2 menyukai temanmu di saat-saat hampa…..

tulisan ini saya dapatkan dari seorang teman di Facebook, dia pun kehilangan sumber aslinya

wisdom

Do you know what the scariest thing is?  To not know your place in this world, to not know why you’re here.

-E. Price

Testing

hello to myself! now I finally have a blog. although am still not sure what to do with this stuff.
not like i have plenty of time anyway to write..
hmmmmm…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.